Jelajahi Lembah Baliem Wamena

Google Adsense Here

Mungkin tidak banyak yang kita tahu Lembah Baliem Wamena Papua itu menyerupai apa. Yang kita tahu lembah baliem malah dari lagunya slank yang mungkin sangat dekat kita dengar terus. 

“Aku gak perlu uang ribuan
Yang saya mau uang merah cepe’an
Aku gak butuh kedudukan
Yang penting masih ada lahan tuk makan”

Google Adsense Here

“Hei,., yamko rambe yamko,., aronawa,., ombe
Hei,., yamko rambe yamko,.,aronawa,., ombe
Hei ngino kibe kumbano kumbu beko
Yumano kumbu awe ade”

Itu yaitu sepenggal lirik lagu slank yang berjudul Lembah Baliem. Lembah Baliem Wamena Papua yaitu potongan surga dari papua yang jatuh ke bumi, Lembah Baliem yang letaknya sempurna di jantung pulau Papua ini menyimpan keindahan yang mengagumkan tiada tara. Letaknya ditengah tengah perbukitan, sehingga membuat iklim disini begitu masbodoh di malam hari dan panas disiang hari.

Bukan hanya Pulau Bali atau Lombok, namun hampir semua pulau di Timur Indonesia memiliki kekayaan alam maha mengagumkan yang membuat wisatawan lokal dan mancanegara berdecak kagum. Papua salah satunya, di provinsi paling timur Indonesia ini beragam tempat wisata tersebar hampir disetiap daerah. Wamena Papua Lembah Baliem yang eksostis, begitu mungkin yang ada dibenak setiap orang dikala pertama kali menginjakkan kaki di Lembah Baliem Desa Wosolimo Kabupaten Wamena Papua. Pesona alam di malam hari dengan suhu hanya 10 – 15 derajat Celsius semakin menguatkan kepercayaan bahwa tempat wisata terkemuka di Papua ini memang benar-benar masih alami.

Lembah Baliem terletak diketinggian 1600 MDPL di pegunungan Jayawijaya dengan pemandangan alam yang eksotis. Grand Baliem Valley, begitu tempat ini sering disebut merupakan tempat tinggal asli suku Dani. Selain suku dani, lembah yang memiliki panjang 80 kilometer dan lebar 20 kilometer ini juga dihuni oleh suku lain yaitu suku Yali dan suku Lani dengan populasi penduduk diatas 100 ribu jiwa.

Bagi wisatawan yang suka dengan wisata budaya, pameran Lembah Baliem di Wamena Papua Lembah Baliem ini bisa menjadi pertunjukan sekaligus pengalaman wisata yang menakjubkan. Secara singkat pameran Lembah Baliem menceritakan wacana perang segitiga antara suku Dani, suku Yali, dan suku Lani. Konon pameran ini merupakan lambang kesuburan serta kesejahteraan yang digambarkan melalui tubruk kekuatan antar suku. Festival Lembah Baliem ini sudah menjadi tradisi turun temurun dan tetap berlangsung sampai kini.

Bagi para wisatawan tentu lebih puas menikmati festival Lembah Baliem karena event digelar selama 3 hari penuh. Uniknya pameran ini diselenggarakan setiap tahun di bulan Agustus bertepatan dengan HUT Republik Indonesia. Festival Lembah Baliem sendiri pertama kali digelar pada tahun 1989. Uniknya pada pembukaan pameran selalu diawali dengan skenario perang. Dengan pemandangan alam yang eksotis dipadukan dengan pagelaran budaya lokal yang unik, bisa membuat Lembah Baliem Wamena Papua sebagai destinasi wisata paling dicari oleh turis asing.

Untuk mencapai Lembah Baliem dan menikmati pesona alam dan budayanya, mungkin para wisatawan butuh perjuangan yang cukup melelahkan. Meski bukan lokasi yang terisolir namun untuk mencapai lembah Baliem Wamena harus beberapa kali transit. Pertama para wisatawan harus mendarat di Jayapura terlebih dulu. Selanjutnya perjalanan akan teruskan ke Wamena dengan menggunakan beberapa pilihan penerbangan yaitu Manunggal Air, Trigana, Yajasi, Pesawat Hercules, AMA, atau MAF.

Bagi wisatawan yang memiliki dana terbatas disarankan untuk membawa perbekalan makanan dikala berkunjung ke Lembah Baliem. Pasalnya semua harga di Wamena masih sangat tinggi, termasuk harga materi pokok dan makanan siap saji. Sebagai gambaran, satu harga barang di Jakarta harganya menjadi dua kali lipat di Wamena. Pendek kata harga-harga disemua kawasan di Papua masih sangat mahal. Hal ini cukup beralasan karena pendistribusian barang ke Wamena masih menggunakan jalur udara. Dengan kata lain belum ada kanal melalui jalur darat yang menghubungkan tempat lain, termasuk ke Jayapura ibukota Papua.

Rugi besar kalau mengunjungi Wamena Papua Lembah Baliem tanpa mengambil foto-foto seru. Tak hanya pemandangan alam dan pagelaran budaya pameran Lembah Baliem yang bisa menjadi sasaran kamera, namun disini para wisatawan juga bisa berfoto bersama penduduk asli suku Dani. Jika ingin menghabiskan waktu beberapa hari di Lembah Baliem, ke arah selatan dari kota Wamena bangkit sebuah hotel “Baliem Valley Resort” yang siap mengakomodasi para wisatawan yang ingin menginap. Oke itulah yang dapat   paparkan, ayo keluar jelajahi nusantara dan mari kita jaga surga dunia yang di berikan Allah sang pencipta di bumi kita ini.

Google Adsense Here