Melepas Kepenatan di Tepi Danau Linow

Google Adsense Here
Danau yang sangat bagus dengan warna airnya yang mampu berubah-ubah. Danau Linow namanya. Keindahan danau ini sudah sangat terkenal di seantero kota Manado dan Tomohon. Danau ini terbagi menjadi dua sisi yang menimbulkan danau Linow mempunyai warna yang berbeda. Satu sisi memiliki kandungan welirang yang tinggi, sedangkan sisi lainnya tidak.  Dengan adanya kandungan welirang ditambah efek cahaya matahari menimbulkan danau seakan-akan memiliki warna yang berbeda di setiap sisinya. Ketika pengunjung berpindah sudut, warna air danau mampu saja berubah warna. Kalau kita datang pada pagi hari pemandangan akan berbeda dibanding siang hari, begitu pula ketika kunjungan dilakukan sore hari. Setiap ketika ada keunikan dan keindahannya tersendiri. Ketika sinar matahari gres mulai memunculkan keanggunannya dari ufuk Timur, lalu pancaran sinarnya mulai pula menyapa dan menerpa permukaan danau, menembusi ranting dan dedaunan pohon-pohon sekitar danau, so pasti akan menyajikan suatu pemandangan yang sangat elok dan cantik.

Hal yang perlu di perhatikan di Danau Linow ini  di pinggir danau sering muncul gundukan lumpur panas, dan sebisa mungkin kita untuk menjahuinya. Di lain hal amis welirang juga tajam. Bila ada angin ribut amis welirang tercium dari kejauhan. Cara terbaik dan tercepat untuk menuju Danau Linow dari kota Manado tentu saja dengan menyewa kendaraan beroda empat atau taksi. Kalau dihitung dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, perjalanan akan memakan waktu sekitar satu jam. Bagi yang ingin berpetualang dengan kendaraan umum, mampu naik angkutan umum dari Manado ke terminal Tomohon. Dari terminal berganti angkutan umum, minta turun di sekitar Danau Linow. Setelah turun dari angkot, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh sekitar 500 meteran dengan medan yang lumayan menanjak.

Saat ini danau Linow berada dalam pengelolaan pihak swasta. Pihak swasta ini membangun sebuah cafétaria yang berbentuk menyerupai dermaga kayu tepi laut. Bangunan kayu yang gotong royong sangat sederhana, tetapi tampak sangat indah. Disekitar dermaga ditanami oleh aneka macam pepohonan sehingga suasananya menjadi sangat sejuk dan rindang. Satu lagi, dermaga ini (dan juga seluruh area danau) sangat bersih. Tidak tampak sampah yang menjadi “ciri khas” daerah wisata di Indonesia.

Harga tanda masuk ke lokasi Danau Linow tidak terlalu mahal, cukup dengan merogoh Rp25.000-Rp35.000,- Anda sudah mampu menikmati pemandangan Danau Linow yang bagus menawan itu. Di pinggiran danau ada semacam café, jadi bagi yang haus boleh pesan minuman apa saja. Mulai dari sekedar secangkir kopi hangat hingga segelas bir tersedia di situ. Ada juga makanan ringan, menyerupai kue, snack dan permen-permen lainnya. Tinggal terserah apa maunya Anda. Tak ketinggalan di wilayah Danau Linow tersebut juga terdapat daerah yang patut di kunjungi, ialah Woloan. Di mana kita mampu melihat pembuatan rumah panggung khas Minahasa. Selain itu ada pula Desa Pulutan, pusat industri gerabah. (teks: aneka macam sumber – Foto: Devianart)



Google Adsense Here
Google Adsense Here