Museum Purbakala Sangiran, Tempat Belajar Manusia Purba

Google Adsense Here

Museum Purbakala Sangiran, Tempat Belajar Manusia Purba, – Dulu pada waktu SMP saya masih ingat betul pelajaran sejarah yang mengupas wacana insan purba. Dalam pelajaran dulu ada beberapa lokasi penemuan fosil insan purba yang terkenal menyerupai Trinil, Sangiran, Wajak, dll. Nah, lokasi tempat wisata yang akan kita bahas kali ini sangat erat kaitannya dengan penemuan fosil insan purba tersebut yaitu di Sangiran. Sangiran merupakan sebuah daerah yang masuk dalam Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Banyak orang yang berfikir bahwa Museum Purbakala Sangiran berada di Solo, padahal tidak. Hal itu alasannya selama ini tempat wisata Museum Sangiran selalu dipaketkan dalam tur wisata di Solo dan sekitarnya. Memang Kota Solo yang merupakan Kota yang berdekatan dengan Sragen memiliki potensi wisata yang sangat besar, sehingga dapat mendorong kunjungan wisata di daerah di sekitarnya menyerupai Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri dan Sragen. Berikut ialah sekilas wacana Museum Purbakala Sangiran yang merupakan tempat wisata untuk berguru wacana insan purba.

Lokasi Museum Purbakala Sangiran

Museum Purbakala Sangiran terletak di Ds. Krikilan Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah, Indonesia. Lokasi ini berada sekitar 20 km dari Kota Solo kearah utara. (Baca : Tempat Wisata di Kabupaten Sragen )

Google Adsense Here

Sejarah Museum Purbakala Sangiran

Eksplorasi fosil insan purba di Sangiran dimulai pada tahun 1883 oleh P.E.C schemulling kemudian dilanjutkan oleh Eugene Dubois meskipun tidak terlalu intensif. Penelitian gres mulai diintensifkan oleh Gustav Heinrich Ralph Von Koenigswald pada 1934. Penelitian tersebut dilakuka alasannya pada daerah Sangiran telah banyak ditemukan fosil insan purba oleh masyarakat sekitar. Fosil yang ditemukan misalnya ialah Pithecantropus erectus, Meganthropus palaeojavanicus dan banyak sekali fosil binatang. Pada tahun 1977 Pemerintah Indonesia menetapkan daerah sekitar Sangiran seluas 56 km2 sebagai daerah cagar budaya. Kemudian pada tahun 1988 didirikan museum sederhana di lokasi daerah sangiran. Pada tahun 1996 Situs Sangiran ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO. Sampai ketika ini pembenahan terus dilakukan oleh pemerintah dan museum purbakala selalu ramai dikunjungi oleh para pengunjung yang ingin mengenal sejarah insan purba di Indonesia.

Koleksi Museum Purbakala Sangiran

Selain fosil insan purba, dipamerkan juga banyak sekali fosil binatang purba, antara lain fosil gajah purba yang terdiri dari Elephas namadicus, Stegodon trigonocephalus, Mastodon sp, kerbau (Bubalus palaeokarabau), harimau (Felis palaeojavanica), babi (Sus sp), rino (Rhinocerus sondaicus), sapi atau bateng (Bovidae), rusa (Cervus sp), serta kuda nil (Hippopotamus sp). Ada juga fosil binatang-binatang air yang terdiri dari buaya (Crocodillus sp), ikan, kepiting, gigi ikan hiu, moluska (Pelecypoda dan Gastropoda ), serta kura-kura (Chelonia sp).
Tiket Masuk Museum Purbakala Sangiran
Museum Purbakala Sangiran mulai dibuka untuk pengunjung sebagai tempat wisata mulai dari pukul 08.00-16.00 WIB. Harga tiket masuk untuk wisatawan domestik ialah Rp 5.000 dan Rp 7.500 untuk wisatawan asing.

Fasilitas Museum Purbakala Sangiran

Selain museum tempat menampung dan memamerkan benda koleksi, mseum sangiran juga terdapat banyak sekali akomodasi yang dapat dinikmati oleh para pengunjung. Museum Sangiran sudah terdapat Gapura Masuk Musem & Loket Masuk, Kawasan Parkir, Ruang Pameran, Audio Visual, Mess Peniliti, Gardu Pandang Sangiran, Kios-Kios Penjual Cinderamata. Gardu Pandang Sangiran digunakan untuk melihat pemandangan di sekitar Sangiran. Sedangkan mess peneliti digunakan oleh para peneliti yang sedang mengadakan study di Museum Purbakala Sangiran. Kios Cinderamata di Sangiran menyediakan banyak sekali macam souvenir dari Sangiran menyerupai kalung, batu, cincin, gelang, dan replika insan purba.

GambarMuseum Purbakala Sangiran


w288-h96-c

Demikian tadi banyak sekali ulasan wacana Museum Purbakala Sangiran yang sangat cocok untuk mengisi liburan anda sekeluarga dan juga dapat digunakan sebagai tempat wisata pendidikan bagi siswa-siswi sekolah.

Google Adsense Here