Siais, Danau Indah Dikerumunan Bukit

Google Adsense Here

Halo teman hits, kali ini kita explore sumatera utara, dimana ada sebuah danau yang cukup terkenal yang berjulukan danau Siais. Jika kalian berada di Tapanuli selatan, nama danau siais ini tidak absurd lagi. Danau ini terletak di Desa Raniate Kecamatan Angkola Barat, teman hits danau siais merupakan danau terluas di Tapanuli bab Selatan dibanding dengan danau tao dan danau marsabut yang juga merupakan danau lain di tapanuli selatan. Danau siais ini mamiliki pesona alam yang sangat cantik alasannya yaitu dikelilingi bukit-bukit apalagi di sekitar danau masih alami dan belum banyak pemukiman penduduk.

Danau ini berfungsi sebagai alat transportasi warga dan beberapa tahun belakangan ini danau siais banyak dikunjungi para wisatawan alasannya yaitu danau siais sudah di jadikan sebagai Buper (bumi perkemahan) Pramuka di kabupaten Tapanuli Selatan, Akses jalan ke lokasi danau sudah mulai dibangun walaupun masih aspal batu. Lokasi danau ini terletak kurang lebih 50 Km dari Kecamatan Batangtoru mampu ditempuh dengan menggunakan angkutan umum menyerupai taksi L300 yang berloket di Raja Wali Pasar sangkumpal Bonang Kota padangsidimpaun.

Google Adsense Here

Dalam perjalanan ke danau siais kau dapat menikmati objek wisata ikan keramat (ikan jurung) bahasa daerah setempat “ikan mera” apabila melewati lajur Padangsidimpuan-Batangtoru, namun Jika melewati lajur Padangsidimpuan-Simarpinggan kita dapat menikmati objek wisata Air Terjun Napa.

Konon ikan keramat di Desa Rianiate ini merupakan ikan keramat yang sudah berpuluh tahun terdapat di sebuah sungai kecil yang akan bermuara ke danau siais, ikan ini dikeramatkan oleh seorang Syikh yang tinggal di desa Rianiate ini dan membangun masjid di desa ini, sempurna dibelakang masjid ini terdapat ribuan ekor ikan jurung yang keramat. Biasanya para pungunjung memberi makan ikan ini dengan makanan ringan/ snack “Borobudur” dan “roti mari”. Ikan ini juga tidak liar alias jinak kepada pengunjung dan terbukti pada ketika masyarakat melaksanakan aktivitasnya di sungai tersebut menyerupai mencuci, mandi dan sebagainya ikan keramat ini berenang disekitar kaki-kaki mereka.

Akan tetapi ada satu hal yang harus di waspadai apabila kita berkunjung ke objek wisata ikan jurung ini kerena konon katanya siapapun yang menangkap ikan jurung ini dan memakannya orang tersebut akan mati, terbukti pada ketika dilaksanakannya perkemahan pramuka di Buper danau siais ada dua orang anggota Pramuka yang memancing ikan ini dan memasaknya kemudian dimakan bersama seorang anggota TNI (yang bertugas mempersiapkan perkemahan) dan kabarnya mereka masuk Rumah Sakit dan satu orang meninggal dunia. Namun dari imformasi yang aku dapatkan ikan jurung ini boleh di tangkap dan dimakan apabila lewat dari daerah sungai yang di do’akan dan di keramatkan oleh Syeikh.

Saran dari “jangan membawa apapun kecuali gambar, jangan meninggalkan apapun kecuali jejak, dan jangan membunuh apapun kecuali waktu”. itulah dongeng singkat dari kali ini. hingga bertemu lagi di penggalan sumatera utara yang lainnya.

Google Adsense Here