Taman Satwa Taru Jurug Untuk Hiburan Keluarga

Google Adsense Here

Taman Satwa Taru Jurug Untuk Hiburan Keluarga, – Taman Satwa Taru Jurug sering juga disebut dengan Kebun Binatang Jurug alasannya memang daerah wisata keluarga ini menunjukkan hiburan berupa koleksi aneka ragam binatang langka. Taman Satwa Taru Jurug  merupakan salah satu obyek wisata yang terkenal di Surakarta atau Solo. Pada demam isu liburan biasanya daerah ini ramai dikunjungi wisatawan lokal Kota Solo dan sekitarnya. Bahkan biasanya parkir kendaraan penuh hingga harus parkir di tepi jalan sekitar Kebun Binatang jurug.


Google Adsense Here

Sejarah Taman Satwa Taru Jurug

Dahulu lokasi taman wisata Jurug yang dikala ini berada, hanya merupakan sebuah taman kota yag terletak di tepi Bengawan Solo. Sedangkan binatang yang ada didalamnya dahulu berada di Kompleks Taman Sriwedari, di tengah Kota Solo. Meskipun waktu itu namanya belum Taman Sriwedari, namun Taman Bonrojo / Kebun Raja yang dibangun oleh Paku Buwono X pada sekitar tahun 1870 an. Pada tahun 1939 Sinuwun Prabu Paku Buwono X wafat dan Kebun Binatang Bonrojo menjadi kurang terawat. Akhirnya pada tahun 1986 Pemkot Solo berinisiatif mengambil alih kebun binatang semoga lebih terawat dan memindahkannya ke daerah yabg sekarang ini. Untuk mengelolanya dibentuklah sebuah yayasan yang berjulukan Yayasan Bina Satwa Taruna dan semenjak itu taman wisata ini berjulukan Taman Satwa Taru Jurug ( TSTJ).

Alamat Taman Wisata Taru Jurug

Alamat Taman Wisata Taru Jurug di Jalan Ir. Sutami No 40, Kentingan, Jebres, Surakarta atau tepatnya di sebelah Kampus Universitas Sebelas Maret. (Baca : Tempat Wisata Pilihan di Jawa Tengah )

Fasilitas Taman Wisata Taru Jurug

Kebun Binatang Jurug ini telah lama dikembangkan oleh Pemkot Solo sebagai daerah wisata keluarga sehingga kemudahan penunjang yang ada sudah lumayan lengkap. Fasilitas yang ada tentunya berupa koleksi flora dan fauna, masjid, arena bermain anak, kereta mini dll. Selain itu pada waktu tertentu di Taman Satwa Jurug juga diadakan pementasan reog, pertunjukan musik, syawalan dan tak lupa Festival Gethek di Taman Satwa Jurug yang diselenggarakan setahun sekali. Selain itu di dalam Kompleks Taman satwa taru Jurug juga terdapat sebuah monumen yang dibangun untuk mengenang seorang maestro keroncong asal Solo ialah Gesang. konon katanya pada waktu menciptakan lagu “Bengawan Solo” dia terinspirsi ketika sedang berada di taman Jurug.

Koleksi Binatang Taman Satwa Taru Jurug

Koleksi binatang di Taman satwa jurug antara lain merak hijau, macan tutul, harimau sumatera, ular, komodo, iguana, kuda, landak, burung dan banyak sekali macam unggas lainnya, beruang, kera, zebra, unta, buaya, merak, kijang, gajah, siamang, dan fauna lainnya. Gajah tertua yang berjulukan Kyai Rebo di Jurug telah mati dan kini telah diawetkan dan dipajang di galeri koleksi binatang Taman Jurug persis setelah pintu masuk.
Selain fauna, Taman Jurug juga mengoleksi banyak sekali tumbuhan ibarat pohon cemara, pinus, munggur  (trembesi),flamboyan, akasia, dan pohon-pohon besar lainnya. Pohon-pohon yang tinggi dan rindang ini cukup membuat suasana sejuk ibarat di hutan habitat asli binatang-binatang itu.

Harga tiket di Taman Satwa Taru Jurug

Tiket masuk (HTM): Rp 6.000,- hari biasa dan Rp 7.000,- hari libur
Kereta Mini: Rp 3.000,- satu kali putaran
Menunggang Gajah: Rp 7.000,- sekali putaran
Menunggag Kuda: Rp 7.000,- sekali putaran
Jam Buka Taman Jurug dari jam 07.00-17.00.

Google Adsense Here