Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Jawa Tengah

Google Adsense Here

Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Jawa Tengah, – Waduk Gajah Mungkur merupakan salah satu tempat wsiata yang paling populer di Kabupaten Wonogiri. Membicarakan kabupaten yang satu ini tak lengkap rasanya apabila tidak membahas waduk yang cukup terkenal ini. Waduk Wonogiri merupakan waduk yang dibangun dengan membendung ajaran air sungai Bengawan Solo. Waduk ini bertujuan untuk tujuan pertanian, yaitu dapat menyediakan air irigasi bagi lahan pertanian di Kabupaten Sragen, Karanganyar, Sukoharjo dan Klaten. Selain utnuk tujuan pertanian, waduk ini juga difungsikan sebagai pembangkit tenaga listrik atau PLTA. Waduk Gajah Mungkur dibangun diatas tanah seluas 8800 ha dan mulai dibangu pada tahun 1978. Banyak kontroversi seputar pembangunan Waduk Gajah Mungkur ini, salah satunya yaitu pemindahan penduduk yang terdapat di lokasi pembangunan waduk. Pemindahan ini dilakukan dengan cara transmigrasi bedol desa ke wilayah Provinsi Sumatera Barat. Saat ini Waduk Gajah Mungkur juga dikembangkan untuk pariwisata yang sangat potensial bagi Kabupaten Wonogiri.

Lokasi Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Objek wisata Waduk Gajah Mungkur terletak di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Posisi waduk ini kurang lebih 7 km ke arah selatan dari Kota Wonogiri.

Google Adsense Here

Tiket Masuk Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Untuk masuk kedalam objek wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri Setiap pengunjung dikenakan biaya Rp 5000,- ditambah parkir Rp 2000.- untuk sepeda motor dan Rp 5000 untuk mobil.

Sejarah Waduk Gajah Mungkur Wonogiri

Waduk Gajah Mungkur mulai dibangun tahun 1976 hingga dengan tahun 1981. Lokasi pembangunannya di hilir pertemuan kali Keduang dengan luas genangan mencapai 8800 ha. Luas lahan yang dibebaskan secara keseluruhan yaitu 90 km2 yang pada waktu itu terdiri dari 51 desa dan 7 kecamatan.  Pengerjaan pembangunan Waduk Gajah Mungkur dilakukan secara swakelola dengan sumbangan konsultan dari Nippon Koei Co, Ltd Jepang. Pada proses pembebasan lahan ini tercatat ada 12525 KK dengan total 68750 jiwa yang harus meninggalkan tanah kelahirannya utnuk melaksanakan transmigrasi bedhol desa ke beberapa wilayah di Sumatera, menyerupai :
– Sitiung (Propinsi Sumatera Barat)
– Jujuhan, Rimbo Bujang, Alai ilir, Pemenang (Propinsi Jambi)
– Air Lais, Sebelat, Ketahun, Ipuh (Propinsi Bengkulu)
– Panggang, Baturaja (Propinsi Sumatera Selatan)
Konon kabarnya pada waktu itu tidak semua warga bersedia untuk direlokasi dari tanah tempat tinggalnya, alhasil pemerintah waktu itu yang masih dikuasai rezim orde gres menenggelamkan mereka beserta harta bendanya dengan cara mengaliri waduk yang sudah jadi itu.

Gambar Waduk Gajah Mungkur Wonogiri




Demikian tadi sekilas ihwal Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri yang ketika ini telah dijadikan sebagai destinasi wisata favorit di Kabupaten Wonogiri. ( Baca : Tempat Wisat Terindah di Wonogiri )

Google Adsense Here